Perbedaan Haji dan Umroh

Berikut adalah 5 perbedaan dasar haji dan umroh yang perlu Anda ketahui

1. Pemaknaan Haji dan Umroh

Perbedaan haji dan umroh menurut Nahdathul Ulama Indonesia, melalui website resmi mereka menuliskan bahwa istilah haji secara harfiah berarti menyengaja atau sengaja melakukan sesuatu. Selain itu, haji juga dimaknakan sebagai suatu kesengajaan menuju Kabah untuk melaksanakan ibadah tertentu.

perbedaan haji dan umroh

Haji yang merupakan ibadah yang sudah disyariatkan oleh para nabi terdahulu, seperti riwayat Nabi Adam yang pernah melaksanakan haji dari India sebanyak 40 kali dengan berjalan kaki, dan haji para nabi lainnya.

Sedangkan umroh secara harfiah diartikan sebagai ziarah ke tempat ramai atau berpenghuni, namun di sisi lain juga memiliki pemaknaan yang hampir sama dengan haji, sengaja mengunjungi Kabah untuk melaksanakan ibadah tertentu.

Untuk lebih jelas membedakan haji dan umroh, berikut penjelasan lengkapnya mengenai hukum hingga kewajiban haji dan umroh.

2. Hukum Haji dan Umroh

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa haji merupakan rukun Islam ke lima dan wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang memenuhi syarat wajib untuk berhaji. Kewajiban berhaji ini  berdasarkan pada firman Allah SWT pada QS Ali Imran ayat 98.

Nahdathul Ulama Indonesia menyebutkan bahwa hukum haji ialah wajib dan tergolong dalam persoalan hukum yang telah disepakati dan diketahui oleh semua kalangan.

Bagi orang mengingkari, bahkan menghindari haji, padahal ia tahu ia sudah memenuhi syarat berhaji, maka ia berdosa. Kecuali bagi orang yang awam dan tidak mengetahui informasi keagamaan.

Sedangkan hukum untuk ibadah umroh masih menjadi perdebatan di antara para ulama. Dari ayat QS Al-Baqarah 196, umat Islam diperintahkan untuk menyempurnakan ibadah haji dan umroh untuk Allah.

Dan, ada banyak hadist yang menjelaskan tentang hukum ibadah umroh, ada yang menyamakan hukumnya dengan haji, dan ada pula yang menyebut hukum umroh adalah Sunnah.

3. Rukun Haji dan Umroh

Rukun haji ada enam, yaitu niat ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa’i, memotong rambut dan tertib. Seluruh rukun ini harus dilakukan untuk memenuhi keabsahan ibadah haji yang dilakukan. Dan, apabila tidak bisa melaksanakan seluruh rukun haji ini, bisa dikatakan ibadah hajinya bernilai kurang.

Sedangkan untuk rukun umroh, berbeda dengan rukun ibadah haji, yaitu niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Yang menjadi pembeda antara haji dan umroh ialah ibadah wuquf di Padang Arafah yang hanya dilaksanakan oleh Jemaah haji saja. Dan tidak dilakukan oleh jamaah umroh.

Wuquf di Padang Arafah menjadi kewajiban, yang hampir bertepatan dengan Hari Raya Idhul Adha, di mana umat Islam yang tidak berhaji, disunnahkan untuk berpuasa untuk menyambut hari raya ini.

4. Waktu Pelaksanaan

Perbedaan haji dan umroh selanjutnya ialah soal waktu pelaksanaan. Seperti yang kita tahu, ibadah haji dilaksanakan setiap satu tahun sekali dan selalu dalam jumlah Jemaah yang banyak, hingga jutaan orang dari seluruh penjuru dunia.

Waktu pelaksaan ibadah haji lebih sempit dibandingkan dengan waktu pelaksaan ibadah umroh. Waktu pelaksanaan haji terbatas hanya rentang waktu mulai dari awal bulan Syawal sampai Hari Raya Idhul Adha di bulan Dzulhijjah. Sedangkan ibadah umroh bisa dilaksanakan kapan saja, tanpa ada batasan rentang waktu seperti ibadah haji.

5. Kewajiban Haji dan Umroh

Perbedaan haji dan umroh yang terakhir ialah soal kewajiban yang harus dilakukan saat menjalankan ibadah ini. Kewajiban haji dan umroh, ialah menjalankan serangkaian ritual manasik, yang apabila ditinggalkan tidak dapat membatalkan ibadah, namun wajib diganti dengan denda.

Kewajiban haji ada lima, yaitu niat ihram dari miqat, batas area yang telah ditentukan sesuai dengan asal wilayah Jemaah, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ atau perpisahan, dan melempar jumrah.

Sedangkan kewajiban umroh hanya ada dua, yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Jumlah kewajiban yang lebih sedikit, membuat umroh lebih cepat usai dibandingkan ibadah haji. Kedua ibadah ini memiliki keistimewaan tersendiri apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan hati yang bersih.

In Conclusion

The Date Palm is one of the fruits of heaven. In addition, this fruits is the favourite of the prophet. So many benefits of these fruit, especially for the health of the body.

For example, prevent heart disease and prevent diabetes mellitus, etc. Therefore, you have to try it. After that, you will feel the benefits. Actually, there are many other types of dates.

But, that is what is most consumed in Indonesia. These fruit, is also often used as a souvenir for Hajj and Umrah. In addition, the date palm also yielded a variety of products for use in agricultural production and for domestic utensils.

Therefore, when we know there are species of date palms that are able to be grown in tropical areas such as Indonesia, a lot of people will cultivate them.

In addition, the date demands for our country is quite large and Indonesia currently imports all of its date demands for its market. There are many reasons to live healthy.

Above all, it keeps you healthy. In other words, take care of your health. So, what are you waiting for ? 

Before performing the pilgrimage, there are 3 things that need to be considered. Firstly, ensure your health. Therefore, do a medickal check up before leaving for Hajj. Exercise regularly to maintain health. Above all, it keeps you healthy. For example jogging in the morning.

Secondly, exchange rupiah to riyal before going to Hajj. In other words, you can change currency at the money changer places. However, do not change the currency too much for security.

Thirdly, prepare credit for the phone. Similarly, an internet connection is also required. In other words, both of these are used to your communicate. So, there are 3 things you need to know before going on Hajj.

Download Article

Link 1 | Link 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *